JAYAPURA — Mengenal lebih dekat Nadine Leticia Rosemarie, siswi berprestasi asal SMA Kristen Kalam Kudus Jayapura yang baru saja mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih Medali Perak pada ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 bidang Biologi.
Perjalanan Nadine mencintai ilmu pengetahuan berawal dari rasa ingin tahu yang besar terhadap makhluk hidup dan lingkungan sekitar. Sejak kecil, ia gemar membaca buku bergambar dan menonton tayangan National Geographic, yang memicu ketertarikannya pada dunia Biologi. Antusiasme yang mendalam tersebut mendorongnya untuk melangkah lebih jauh hingga berani mendaftar dan berlaga di ajang OSN.
Namun, perjuangan meraih medali dari Ujung Timur Indonesia tentu tidak lepas dari tantangan. Nadine mengakui bahwa ketersediaan buku referensi olimpiade, modul khusus, hingga fasilitas laboratorium di Jayapura masih terbatas jika dibandingkan dengan fasilitas yang diakses oleh siswa-siswi di Pulau Jawa.
Kendati demikian, keterbatasan tersebut tidak memadamkan semangatnya. Nadine merespons tantangan ini dengan cara yang kreatif dan mandiri. Ia aktif memanfaatkan internet untuk berburu materi belajar, contoh soal, dan program pelatihan daring. Melalui platform digital tersebut, ia tidak hanya terus menambah wawasan, tetapi juga menemukan rekan belajar dengan semangat yang sama dari berbagai daerah.
Pengalaman pertamanya mengikuti OSN pada tahun 2025 sempat terhenti di tingkat provinsi, sehingga ia belum berhasil menembus babak semifinal. Saat itu, rasa kurang percaya diri masih menyelimutinya karena melihat banyaknya pesaing hebat dari wilayah lain. Namun, memasuki tahun berikutnya, Nadine mengubah pola pikirnya menjadi lebih optimistis: “Saya juga bisa.” Selain itu, tekad dan semangat Nadine semakin bertambah kuat setelah melihat keberhasilan Thesen Wijaya, yang meraih medali emas bidang Informatika. Sosok Thesen menjadi inspirasi nyata bagi Nadine bahwa keterbatasan daerah di wilayah Timur Indonesia bukanlah penghalang untuk meraih prestasi puncak di kancah OSN.
Kerja keras dan ketekunannya berbuah manis. Saat pengumuman penutupan OSN 2026, nama Nadine resmi diumumkan sebagai peraih Medali Perak bidang Biologi. Momen haru dan bahagia tersebut langsung ia bagikan pertama kali kepada orang tua serta guru pembimbing yang tak henti-hentinya memberikan dukungan moral dan doa.
Nadine menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada sang ibu yang telah mendukung penuh seluruh kebutuhannya selama masa persiapan, mulai dari penyediaan bahan belajar hingga memfasilitasi keikutsertaannya dalam pelatihan di Pulau Jawa. Pengalaman tersebut memberinya wawasan baru dan sudut pandang yang lebih luas dalam mendalami materi olimpiade.
Menutup perbincangan, Nadine menyampaikan pesan hangat dan membakar semangat bagi teman-temannya sesama pelajar di Papua:
“Keterbatasan fasilitas atau tempat asal jangan sampai membatasi mimpi-mimpi kita. Jangan pernah merasa minder atau ragu untuk bersaing dengan teman-teman dari daerah lain. Selama ada niat, usaha keras, dan doa, kita yang dari Papua juga pasti bisa membuktikan diri dan berprestasi di tingkat nasional.”
